nasihat dari guru

14 September 2010..

aku ditemani seorang temanku berkunjung untuk silaturhim ke guru2 MAN 2 Kudus. Selama 4 jam kami hanya mengunjungi 4 guru saja. Bukan karena lama di perjalanan, tetapbutuh waktu lama untuk bertukar cerita, sharing, dan kangen2an (hehe, lebay abis).

Guru pertama yang kami kunjungi adalah ibu Sumarsih, guru Geografi yang bergitu berarti bagiku. panjang lebar Ibu dan Temanku bercakap-kacap., membicarakan masalah perpajakan, yudisium, kerja, dan bla-bla-bla (ku gak terlalu paham). tapi intinya, beliau  memberi kami wejangan., “seringlah berdoa, janganh cari jodoh, mencari jodoh dengan kriteria tertentu mah susah didapatkan., no body is perfect.., yang penting akeh dongane., dan ‘eling’ pada Yang Maha Menciptakan. insyAllah jika kita rajin berdoa, Allah akan mengabulkan doa-doa kita’.

Guru kedua, beliau adalah Bapak Yudi, guru Fisika yang dengan penuh semangat beliau mengajariku ilmu2 fisika (terima kasih bapak, tp maph coz udah mengecewakan). Beliau sangat tertarik dengan STAN, makanya beliau lebih banyak mengobrol dengan temanku. Beliau juga bangga dengan alumni-alumni MAN yang bisa lebih “baik” dan lebih “sukses” daripada guru2 nya dulu. Pelajaran yang dapat aku ambil yaitu, “semua orang mempunyai keberuntugan masing-masing. Ada yang daftar di Univ A dan tidak diterima, tapi malah diterima di institusi B yang lebih menjamin. So, semoga kalian sukses dengan keberuntungan kalian masing-masing. Saya sebagai seorang guru turut bahagia jika anak-anak didik kami lebih sukses dari kami. harapannya, tetep jaga silaturahim di antara kita semua.”

Guru ketiga, bu Murwati, guru biologi yang sangat berarti bagik.  Di tempat beliau mungkin aku lebih banyak bicara, ternyata putra beliau juga 1 Institut  dengan saya. Inti pembicaraan kami, “Itu tantangan bagi kamu, bawa embel-embel alumni  ‘Madrasah’ sangat sulit. Moral dan akhlakul karimah semoga tetap melekat di diri kalian. bawalah nama Madrasah kita dengan baik!”

Guru terakhir, Pak Falah, guru terbaik yang pernah aku kenal. Karena beliau aku begitu cinta pelajaran Fisika.., banyak hal yang kami bicarakan. aku dan temanku begitu antusias mendengarkan cerita beliau. Untaian kata bijak beliau membuat kami tambah bersemangath. “Saya juga bingung kenapa saya menjadi guru teladan. Intinya, setiap orang mempunyai kekuatan, bakat, da potensi diri masing2. seberapa pun porsinya, asalkan kita memanfaatkan, insyaAlah kita tidak akan menjadi orang yang merugi. Hidup ini jangan statis, cobalah untuk lebih ‘move’ lagi. Ilmu itu harus di’rawat’ dengan baik. maksudnya, ilmu yang udah kita pelajari hendaknya dimanfaatkan dan terus dikembangkan. ilmu kalo tidak di ‘rawat’ = mati suri,., aka sia-sia. semoga kita semoga menjadi orang yang tidak merugi”

Comments

for U

DEAR MALAM

Sudah lama ku sendiri

Termenung tanpa suara’

Duduk tersungkur sambil bergeming

Semakin lama ku sendiri

Semakin lama ku tak sadarkan diri

Terlelap dalam khayalan kelabu

Malam semakin dingin

Terdengar kerikan jangkrik

Bak mengejekku dari kejauhan

Oh malam…

Kenapa kau kan pergi meninggalkanku

Ku butuh kesetiaanmu

Menemani dalam kehampaanku

Comments (1)